TAK BERBALAS
Dibawah alam
sadar cinta menjerit....
Andai cinta
ini tak bertepuk sebelah tangan..mungkin hidup takkan sesulit ini
Andai kasih
ini berbalas mungkin nafas takkan sesesak ini...
Aku tahu
cinta ini tak berbalas...
Aku tahu
sulit menjalaninya...
Hanya saja
hati ini tak bisa lepas darimu..
Aku tetap
ingin bersamamu,, memilikimu seutuhnya..
Entah kapan cintaku bisa
mengetuk pintu hatimu....
KASIH...
Dalam
kekalutan...hati berkata hidup adalah sebuah pilihan...
Dalam kegundahan...sanubari
menjerit inilah hidup yang kau pilih...
Bukanlah
sebuah cinta yang ingin kau dapatkan darinya...
Melainkan
cinta yang ingin kau berikan padanya...
Hidup dengan
cinta yang kau berikan
Melangkah
dengan kasih yang kau taburkan...
Bernafas
dengan pengorbanan yang kau lakukan...
Mereka
berkata tak akan ada kebahagian untukmu, hanya untuknya...
Mereka
berkata dengan kebencian yang telah mereka taburkan...
Tapi kau hidup
dengan kasih sayang yang kau pancarkan...
Karenanya
takkan ada kebencian akan kebahagiaannya...
Kau
mencintainya bukan untuk menyakitinya...
Kau mencintainya karena ingin membahagiakan
dia yang kau kasihi..
TUHANKU...
Dalam hening malam yang sepi... hati yang merindu bersimpuh dibawah kakiMU
wahai Murabbiku...
Lingkupilah kebahagiaan dia yang begitu
kurindukan
Dalam Musim Dingin yang membekukan... jiwa yang beku meratap di dalam dekapan
CintaMU wahai sang pemilik keabadian...
Selimutilah kehangatan dia yang kusayang dalam
musim yang beku dan mematikan ini
Dalam Musim panas kerontang yang menghanguskan... tubuh kering tak berisi bermunajat di dalam
naungan kasihMU wahai sang Pemilik kasih sayang...
Semaikanlah semi
yang indah untuknya yang kusayang
Dalam badai hidup tak bertepi... hati yang terselimuti penantian panjang tak
bertepi memohon keagunganMU wahai Sang Pemilik Keabadian...
Jangan berikan kesakitan berdarah untuknya
yang begitu kukasihi
Meski hidup yang kujalani begitu sepi tak
berujung, meski musim yang kulalui tanpa semi hanya musim dingin yang
membekukan dan panas kerontang yang menghanguskan, meski bumi tempatku
melangkah diselimuti badai hidup tak bertepi.....
Tak pernah
ada penyesalan dalam memilih jalan yang kulalui...
Tak pernah
ada benci yang kutaburkan untuknya yang kurindukan...
Tak pernah ada dendam yang kutanam untuknya yang
kudambakan...
Tak pernah
ada do’a-do’a dengki yang kupanjatkan...
Hidup yang kujalani adalah kasih sayang
untuknya kukasihi
Langkah yang kuayunkan adalah do’a
kebahagiaan untuknya yang kurindukan
Helaian nafas yang kuhirup adalah cinta
untuknya yang selalu kutaburkan...
Karenanya
Kasih....
Biarlah aku menjadi lilin yang tak berbentuk...
Biarlah noda menodai jiwa dan langkahku...
Biarlah kebencian yang mereka taburkan untuk senyumku...
Biarlah dengki yang mereka tanam untukku...
Biarlah cibiran yang menyertai langkahku..
Selama ada kasih sayang dari TUHANku...
Selama Tangan TUHAN masih menggenggam
tanganku yang hina...
Selama Cinta sang RABB masih mendekapku...
Selama Tatapan Sang MAHA RAHMAN tak berpaling
dariku...
Tak ada rasa takut dan resah...
Tak mengapa manusia berpaling dariku...
Karena tak ada
yang bisa melawan ketetapan TUHAN..
Wahai cibiran dan cemohan manusia..
Wahai benci dan dengki manusia..
Harapan yang
lahir dari hati insan yang lemah ini...
Kugantungkan kepada SANG KHALIQ,
Secuil asa
yang kumiliki...
Kutitipkan kepada SANG Maha RAHIM,
Segenggam
cinta yang kutaburkan...
Adalah anugrah sang Maha Pemilik CINTA,
Sebongkah
Kasih sayang yang kusemaikan...
Adalah pemberian Sang Maha RAHMAN,
jika DIA
berkehendak maka tak ada satupun yang dapat melawan ketetapan TUHAN, Tak ada
cibiran, kedengkian, kebencian, tawa manusia yang mampu melangkahinya...