Selasa, 09 Juni 2015

syair-syair rindu



TAK BERBALAS

Dibawah alam sadar cinta menjerit....
Andai cinta ini tak bertepuk sebelah tangan..mungkin hidup takkan sesulit ini
Andai kasih ini berbalas mungkin nafas takkan sesesak ini...
Aku tahu cinta ini tak berbalas...
Aku tahu sulit menjalaninya...
Hanya saja hati ini tak bisa lepas darimu..
Aku tetap ingin bersamamu,, memilikimu seutuhnya..
Entah kapan cintaku bisa mengetuk pintu hatimu....

KASIH...
 

Dalam kekalutan...hati berkata hidup adalah sebuah pilihan...
Dalam kegundahan...sanubari menjerit inilah hidup yang kau pilih...
Bukanlah sebuah cinta yang ingin kau dapatkan darinya...
Melainkan cinta yang ingin kau berikan padanya...
Hidup dengan cinta yang kau berikan
Melangkah dengan kasih yang kau taburkan...
Bernafas dengan pengorbanan yang kau lakukan...
Mereka berkata tak akan ada kebahagian untukmu, hanya untuknya...
Mereka berkata dengan kebencian yang telah mereka taburkan...
Tapi kau hidup dengan kasih sayang yang kau pancarkan...
Karenanya takkan ada kebencian akan kebahagiaannya...
Kau mencintainya bukan untuk menyakitinya...
Kau mencintainya karena ingin membahagiakan dia yang kau kasihi..



TUHANKU...
Dalam hening malam yang sepi... hati yang merindu bersimpuh dibawah kakiMU wahai Murabbiku...
Lingkupilah kebahagiaan dia yang begitu kurindukan
Dalam Musim Dingin yang membekukan... jiwa yang beku meratap di dalam dekapan CintaMU wahai sang pemilik keabadian...
Selimutilah kehangatan dia yang kusayang dalam musim yang beku dan mematikan ini
Dalam Musim panas kerontang yang menghanguskan... tubuh kering tak berisi bermunajat di dalam naungan kasihMU wahai sang Pemilik kasih sayang...
Semaikanlah semi yang indah untuknya yang kusayang
Dalam badai hidup tak bertepi... hati yang terselimuti penantian panjang tak bertepi memohon keagunganMU wahai Sang Pemilik Keabadian...
Jangan berikan kesakitan berdarah untuknya yang begitu kukasihi
Meski hidup yang kujalani begitu sepi tak berujung, meski musim yang kulalui tanpa semi hanya musim dingin yang membekukan dan panas kerontang yang menghanguskan, meski bumi tempatku melangkah diselimuti badai hidup tak bertepi.....
Tak pernah ada penyesalan dalam memilih jalan yang kulalui...
Tak pernah ada benci yang kutaburkan untuknya yang kurindukan...
Tak  pernah ada dendam yang kutanam untuknya yang kudambakan...
Tak pernah ada do’a-do’a dengki yang kupanjatkan...
Hidup yang kujalani adalah kasih sayang untuknya kukasihi
Langkah yang kuayunkan adalah do’a kebahagiaan untuknya yang kurindukan
Helaian nafas yang kuhirup adalah cinta untuknya yang selalu kutaburkan...
Karenanya Kasih....
Biarlah aku menjadi lilin yang tak berbentuk...
Biarlah noda menodai jiwa dan langkahku...
Biarlah kebencian yang mereka taburkan untuk senyumku...
Biarlah dengki yang mereka tanam untukku...
Biarlah cibiran yang menyertai langkahku..
Selama ada kasih sayang dari TUHANku...
Selama Tangan TUHAN masih menggenggam tanganku yang hina...
Selama Cinta sang RABB masih mendekapku...
Selama Tatapan Sang MAHA RAHMAN tak berpaling dariku...
Tak ada rasa takut dan resah...
Tak mengapa manusia berpaling dariku...
Karena tak ada yang bisa melawan ketetapan TUHAN..


Wahai cibiran dan cemohan manusia..
Wahai benci dan dengki manusia..
Harapan yang lahir dari hati insan yang lemah ini...
Kugantungkan kepada SANG KHALIQ,
Secuil asa yang kumiliki...
Kutitipkan kepada SANG Maha RAHIM,
Segenggam cinta yang kutaburkan...
Adalah anugrah sang Maha Pemilik CINTA,
Sebongkah Kasih sayang yang kusemaikan...
Adalah pemberian Sang Maha RAHMAN,
jika DIA berkehendak maka tak ada satupun yang dapat melawan ketetapan TUHAN, Tak ada cibiran, kedengkian, kebencian, tawa manusia yang mampu melangkahinya...