Minggu, 22 Juli 2018

PERGI

WAKTU YANG BERLALU BEGITU CEPAT...
AKU BERLARI SEIRING WAKTU BERLALU..
AKU TERHENTI DIPERSIMPANGAN...

AKU MENATAP KERAMAIAN JALAN...
KUMENATAP PUNGGUNGMU YANG PERLAHAN MENJAUH..
AKU BERLARI MENGEJARMU...
NAMUN AKU KEMBALI TERHENTI DIPERSIMPANGAN..

KAU PERGI TAK AKAN KEMBALI...
KAU MELEPASKAN TANGANKU...
KAU MEMILIH JALAN YANG BERBEDA..
AKUTERDIAM DIPERSIMPANGAN...
AKANKAH WAKTU KEMBALI MEMPERTEMUKAN KITA..
AKANKAH WAKTU KEMBALI MEWUJUDKAN MIMPI-MIMPIKU..

DALAM TANGISKU...
DALAM DIAMKU...
IBU BICARA DI SEBERANG..
NAK HAPUS AIRMATAMU...
DIA BUKAN YANG TERBAIK UNTUKMU..
DIA BUKAN JODOHMU...
NAK LUPAKANLAH...
NAK TAK ADA YANG BISA IBU BERIKAN
HANYA PESANKU.. LUPAKANLAH..MULAI HIDUPMU YANG BARU
MASA DEPANMU...KAU ADALAH PUTRIKU YANG TERBAIK, TERKUAT
BERBAHAGIALAH NAK...



Sabtu, 21 Juli 2018

AKHIR DARI PENANTIAN

AKU PIKIR AKU AKAN BAIK BAIK SAJA....
AKU PIKIR TAKKAN ADA AIRMATA YANG TUMPAH..
AKU PIKIR SEMUA MUDAH UNTUK DILALUI...
AKU PIKIR UNTUK APA MENANGISI INI...

20 JULI 2018
HARI TERAKHIR KITA BICARA
HARI TERAKHIR KITA BERTEMU 

21 JULI 2018
AKHIRNYA HARI INI JUGA TIBA..
HARI DIMANA KAU MENGUCAP JANJI DENGANNYA..
MELEPASKAN TANGANKU...
MENINGGALKAN AKU DENGAN SEJUTA PERIH DAN AIRMATA

21 JULI 2018
HARI DIMANA SEMUA ORANG BAHAGIA..
DAN AKU TERPURUK DALAM TANGIS TAK BERUJUNG
HARI DIMANA SAMUDRA HATI YANG TENANG BERIAK KARENA SEMUA TELAH BERAKHIR...

21 JULI 2018
HARI DIMANA SEMUA PENANTIAN PANJANGKU BERAKHIR
HARI DIMANA SEMUA MIMPIKU TERKUBUR DALAM IKATAN AKAD NIKAHMU
HARI DIMANA SEMUA BERAKHIR DALAM TANGISKU

KAU YANG KUUKIR DALAM SETIAP DOA & SUJUDKU
KAU YANG KUUKIR DALAM SETIAP RATAPANKU PADA ILAHI
KAU YANG SELALU TERSIMPAN RAPI DAN INDAH DI DALAM HATIKU
KAU YANG SELALU KUSEBUT DALAM SETIAP RINTIHANKU PADA ILAHI

NAMUN TUHAN MERENCANAKAN TAKDIR YANG BERBEDA UNTUK KITA
KAU MEMILIH DIA, KAU MENGIKAT JANJIMU DENGANNYA, KAU PERGI DENGANNYA

LALU APA YANG HARUS KITA, AKU LAKUKAN?
AKU TERDIAM DALAM TANGIS SEPI
AKU TERPAKU DALAM RASA PEDIH HATI TAK BERTEPI..
MENGHIBUR DIRI DAN HATI YANG TERLUKA...

KITA BERJALAN BERSAMA SEIRING WAKTU YANG BERLALU
KITA HARUS BERHENTI SAMPAI DISINI..
NAMUN WAKTU TERUS BERGERAK TANPA MENOLEH SEDIKITPUN 
WAKTU TERUS BERGERAK TANPA MENUNGGUKU YANG TERMENUNG

HATI INI MELUKISKAN LUKA DENGAN TINTA AIRMATA
APAKAH KAKI INI MASIH TEGAK BERDIRI...
APAKAH KAKI INI MASIH SANGGUP MELANGKAH..
AKU TERDIAM DIPERSIMPANGAN..

KALI INI SEMUA BENAR-BENAR BERAKHIR
BERJUTA KISAH, CERITA, MIMPI, YANG KITA TULIS BERSAMA BERAKHIR 
AKHIRNYA BUKU INI HARUS KUTUTUP...
MESKI TAK BERAKHIR INDAH UNTUKKU
NAMUN AKU YAKIN ADA CERITA INDAH LAIN YANG DITULISKAN UNTUKKU

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU..
SELAMAT BERBAHAGIA..
JADIKAN AKU SEKADAR MIMPI YANG BERLALU..
BAGIKU KAU ADALAH MIMPI YANG TERLALU INDAH UNTUK MENJADI KENYATAAN..

TWILIGHT BERSAMAMU NATAN 7912 






Selasa, 15 Mei 2018

Jalan ini gamang kulalui

Kuserahkan segalanya pada ilahi...
Jalan ini terlalu gamang kulalui
Mungkin ini batas dari perjuanganku..
Aku berusaha...namun sepertinya tak direstui

Menangisi tak akan membuat semuanya kembali....
Berharap tak akan membuat kau kembali
Ya rabbi ujian ini begitu sulit...
Ya rabbi ujian ini tak sanggup kuhadapi
Ya rabbi jika in adalah bentuk cinta dan kasih sayangMU aku ikhlas..beri aku kekuatan untuk menjalaninya...


Rabu, 14 Oktober 2015

SELAMAT JALAN NENEK DOA TERBAIK MENGIRINGI PERJALANANMU BERTEMU SANG KHALIQ

Rabu, 14 Oktober 2014

Kepada-MU RABB 
Kupanjatkan doa terbaik mengiringi perjalanan Beliau menuju kharibaan-MU

Kepada-Mu wahai Maha Pengasih
Berikan kasih-Mu untuk Beliau yang telah Engkau panggil menghadap-MU

Kepada-MU wahai Maha Penyayang
Sayangilah Beliau seperti Beliau menyayangi dan merawat putra-putrinya, cucu, saudara-saudaranya, tetangga dan semua orang...

Kepada-Mu wahai Maha Pemberi Ampunan
Ampunilah segala dosa, kekhilafan, kesalahan Beliau sejak beliau ditiupkan ruh sampai malaikan menjemput ruhnya kembali pada-MU

Kepada-Mu wahai sang Maha Pemberi Kebahagiaan
Berikanlah kebahagiaan untuk Beliau di alam kubur dan di akhirat nanti, golongkanlah Beliau ke dalam Golongan oang-orang yang beriman dan beruntung.

Kepada-Mu wahai sang Maha Penguasa Langit dan Bumi
Berikanlah kekuatan, ketabahan, kesabaran, kebahagiaan untuk mereka putra-putri, cucu, saudara, tetangga yang ditinggalkan jangan biarkan kesedihan menodai hati dan jiwa mereka hingga memberikan kesakitan pada nenek kami yang tercinta  dalam menempuh perjalannya menghadapMU...

Kepada-MU wahai Maha Pemberi kelonggaran
Hapuskan semua hutang beliau dunia dan akhirat agar beliau sampai dihadapan-Mu dalam keadaan Suci.

Untukmu wahai sayangku... Jangan bersedih dalam kehilangan, doa-doa terbaikku kupanjatkan mengiringi setiap langkah, setiap perjalanan nenek kita menuju sang Khaliq...
Berikan kekuatan untuk mama papa dan saudara-saudara kita, berikanlah doa untuk beliau yang pergi dan mintalah maaf untuk setiap kesalahan dan hutangnya

7912

Selasa, 09 Juni 2015

syair-syair rindu



TAK BERBALAS

Dibawah alam sadar cinta menjerit....
Andai cinta ini tak bertepuk sebelah tangan..mungkin hidup takkan sesulit ini
Andai kasih ini berbalas mungkin nafas takkan sesesak ini...
Aku tahu cinta ini tak berbalas...
Aku tahu sulit menjalaninya...
Hanya saja hati ini tak bisa lepas darimu..
Aku tetap ingin bersamamu,, memilikimu seutuhnya..
Entah kapan cintaku bisa mengetuk pintu hatimu....

KASIH...
 

Dalam kekalutan...hati berkata hidup adalah sebuah pilihan...
Dalam kegundahan...sanubari menjerit inilah hidup yang kau pilih...
Bukanlah sebuah cinta yang ingin kau dapatkan darinya...
Melainkan cinta yang ingin kau berikan padanya...
Hidup dengan cinta yang kau berikan
Melangkah dengan kasih yang kau taburkan...
Bernafas dengan pengorbanan yang kau lakukan...
Mereka berkata tak akan ada kebahagian untukmu, hanya untuknya...
Mereka berkata dengan kebencian yang telah mereka taburkan...
Tapi kau hidup dengan kasih sayang yang kau pancarkan...
Karenanya takkan ada kebencian akan kebahagiaannya...
Kau mencintainya bukan untuk menyakitinya...
Kau mencintainya karena ingin membahagiakan dia yang kau kasihi..



TUHANKU...
Dalam hening malam yang sepi... hati yang merindu bersimpuh dibawah kakiMU wahai Murabbiku...
Lingkupilah kebahagiaan dia yang begitu kurindukan
Dalam Musim Dingin yang membekukan... jiwa yang beku meratap di dalam dekapan CintaMU wahai sang pemilik keabadian...
Selimutilah kehangatan dia yang kusayang dalam musim yang beku dan mematikan ini
Dalam Musim panas kerontang yang menghanguskan... tubuh kering tak berisi bermunajat di dalam naungan kasihMU wahai sang Pemilik kasih sayang...
Semaikanlah semi yang indah untuknya yang kusayang
Dalam badai hidup tak bertepi... hati yang terselimuti penantian panjang tak bertepi memohon keagunganMU wahai Sang Pemilik Keabadian...
Jangan berikan kesakitan berdarah untuknya yang begitu kukasihi
Meski hidup yang kujalani begitu sepi tak berujung, meski musim yang kulalui tanpa semi hanya musim dingin yang membekukan dan panas kerontang yang menghanguskan, meski bumi tempatku melangkah diselimuti badai hidup tak bertepi.....
Tak pernah ada penyesalan dalam memilih jalan yang kulalui...
Tak pernah ada benci yang kutaburkan untuknya yang kurindukan...
Tak  pernah ada dendam yang kutanam untuknya yang kudambakan...
Tak pernah ada do’a-do’a dengki yang kupanjatkan...
Hidup yang kujalani adalah kasih sayang untuknya kukasihi
Langkah yang kuayunkan adalah do’a kebahagiaan untuknya yang kurindukan
Helaian nafas yang kuhirup adalah cinta untuknya yang selalu kutaburkan...
Karenanya Kasih....
Biarlah aku menjadi lilin yang tak berbentuk...
Biarlah noda menodai jiwa dan langkahku...
Biarlah kebencian yang mereka taburkan untuk senyumku...
Biarlah dengki yang mereka tanam untukku...
Biarlah cibiran yang menyertai langkahku..
Selama ada kasih sayang dari TUHANku...
Selama Tangan TUHAN masih menggenggam tanganku yang hina...
Selama Cinta sang RABB masih mendekapku...
Selama Tatapan Sang MAHA RAHMAN tak berpaling dariku...
Tak ada rasa takut dan resah...
Tak mengapa manusia berpaling dariku...
Karena tak ada yang bisa melawan ketetapan TUHAN..


Wahai cibiran dan cemohan manusia..
Wahai benci dan dengki manusia..
Harapan yang lahir dari hati insan yang lemah ini...
Kugantungkan kepada SANG KHALIQ,
Secuil asa yang kumiliki...
Kutitipkan kepada SANG Maha RAHIM,
Segenggam cinta yang kutaburkan...
Adalah anugrah sang Maha Pemilik CINTA,
Sebongkah Kasih sayang yang kusemaikan...
Adalah pemberian Sang Maha RAHMAN,
jika DIA berkehendak maka tak ada satupun yang dapat melawan ketetapan TUHAN, Tak ada cibiran, kedengkian, kebencian, tawa manusia yang mampu melangkahinya...